Kongres PGRI Masa Bakti XXII Hari Kedua - PGRI Sumatera Barat

PGRI Sumatera Barat

PGRI Provinsi Sumatera Barat

test banner

Kongres PGRI Masa Bakti XXII Hari Kedua

Share This


Hari kedua Kongres dimulai tepat pukul 08.10 WIB. Agenda sidang pleno ketiga tentang laporan pertanggungjawaban Pengurus Besar PGRI Masa Bakti XXII yang disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof.Dr.Unifah Rosyidi, M.Pd. Penyampaian laporan didampingi oleh seluruh pengurus besar PGRI masa bakti XXI.

Pemaparan Laporan Pertanggungjawaban pada kongres ini merupakan akumulatif laporan yang telah disampaikan pada konkernas I tahun 2014 di Surabaya, Konkernas II tahun 2015 di Padang, Konkernas III tahun 2016 di Ambon, Konkernas IV tahun 2017 di Medan, Konkernas V tahun 2018 di Batam, dan Konkernas VI tahun 2019 di Jakarta. Mengawali pemaparannya, Ketua Umum PB.PGRI menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas peran dan dukungan pengurus PGRI Provinsi, kabupaten/kota, cabang, hingga ranting. Seluruh kerja keras para pengurus dilancarkan dengan dukungan dan kerjasama pengurus di semua tingkatan.
Ibu Unifah sedikit kilas balik di tahun 2016. Wafatnya Ketua Umum PB.PGRI, Dr Sulistiyo 14 Maret 2016 mengejutkan semua pihak. Duka mendalam bagi keluarga besar PGRI atas wafatnya beliau, namun perjuangan melalui organisasi tidak boleh berhenti. 28 Maret 2016 Ibu Unifah menjadi Plt. Ketua Umum hingga ditetapkan definitif pada pergantian antarwaktu Ketua Umum pada Konkernas ke-IV di Medan tahun 2017. Berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi PGRI dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah, perlahan ditata ulang. Pencapaian PGRI selama 2016 antara lain, membangun komunikasi efektif dengan pemerintah telah membuahkan hasil yang positif. Kehadiran Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Gedung Guru Indonesia dalam dialog publik pendidikan dengan para pengurus PGRI provinsi se-Indonesia. Selain itu, undangan makan siang di Istana Presiden menjadi sinyal positif perhatian pemerintah kepada PGRI.
Berbagai pencapaian kepengurusan PGRI dalam kurun waktu 2017 s.d 2019 menjadi sebuah catatan prestasi, yaitu: Pendirian PGRI Smart Learning Centre (SLCC), pusat studi kebijakan pendidikan, menghasilkan pedoman organisasi Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS), renovasi gedung guru Indonesia, terbitnya permendikbud nomor 10 tahun 2018 tentang juknis penyaluran TPG, permendikbud nomor 15 tahun 2018 tentang beban kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas, Ketum PB PGRI terpilih sebagai komite Asia Pasific dari 30 negara, terbit Permenpan RB no.8 tahun 2019, HUT PGRI dan HGN ke-73 di Pakansari yang dihadiri 45 ribu guru, audiensi dengan Menkumham tentang persoalan hukum dan perlindungan hukum bagi guru, MoU dengan Kapolri tentang perlindungan hukum bagi guru, terbitnya pengakuan Kemenkumham tentang kepengurusan PB PGRI masa bakti XXI, terbitnya dokumen merek dan paten menggunakan logo PGRI untuk berbagai kepentingan lembaga pendidikan, pelatihan, dan usaha.
Laporan pertanggungjawaban pengurus PB PGRI diakhiri dengan permintaan maaf dari Ketum PB PGRI kepada semua peserta kongres apabila selama kepengurusan masa bakti XXI terdapat kesalahan dan kurangnya pelayanan. Sidang pleno dilanjutkan dengan pandangan umum pengurus provinsi. Sampai menjelang shalat Jumat, sudah 19 provinsi menyatakan pandangan umumnya, dan menerima laporan pertanggungjawaban pengurus besar dan mengapresiasi kinerja pengurus selama masa bakti XXI


Pages