Ketua PGRI Sumbar Zainal Akil: Perjuangan Kami Tak Pernah Berhenti Menggolkan Guru Honor K2 - - PGRI Sumatera Barat

PGRI Sumatera Barat

PGRI Provinsi Sumatera Barat

test banner

Ketua PGRI Sumbar Zainal Akil: Perjuangan Kami Tak Pernah Berhenti Menggolkan Guru Honor K2 -

Share This
SAWAHLUNTO – Upaya  menggolkan nasib sekitar 2500 guru honor K2 untuk diangkat sebagai PNS terus dilakukan Dewan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Barat.  Meski upaya itu butuh waktu dan tenaga, PGRI Sumbar tak akan pernah berhenti bereaksi memperjuangkan masa depan guru honor itu ke Pemerintah  Pusat dan DPR RI.

“Kami tak akan pernah berhenti berjuang menggolkan nasib pegawai honor K2 diterima sebagai PNS. Upaya itu terus dilakukan dengan menyatukan seluruh kekuatan sehingga Pemerintah Pusat dan DPR RI mampu menyikapi aspirasi yang berkembang. Kami menyadari, education for all menjadi landasan perjuangan kami di PGRI,” ungkap Ketua PGRI Sumbar Drs.Zainal Akil, didampingi Wakil Ketua Drs.Novezar Muchtar, Sekretaris Drs.Darmalis, dan Wasekre Drs.Trikora Irianto, kepada GoSumbar.com disela acara Konferensi PGRI Kota Sawahlunto di Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto, Sabtu (27/2/2016).
Zainal Akil melanjutkan, sudah saatnya Pemerintah Pusat dan DPR RI memahami arti perjuangan para guru honor, tidak hanya di Sumatera Barat yang jumlahnya sekitar 2500 orang, tapi juga di seluruh nusantara. Karena PGRI ingin memberi andil dalam memajukan pendidikan bangsa karena pendidikan itu adalah untuk semua. Inilah yang membuat anggota PGRI 6 Februari 2016 lalu berkumpul untuk memberikan efek positif terhadap perjuangan mereka.
PGRI Sumbar minta pemerintah dan DPR tanggap dalam masalah nasib guru honor yang tersebar diberbagai pelosok itu. Dan menaruh harapan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota agar memperhatikan kesejahteraan guru honor K2 tersebut. “Jika ada kepala daerah yang tak peduli nasib guru honor ini, maka saya himbau jangan pilih dia, tapi pilihlah pemimpin yang memperhatikan nasib guru honor ini,” serunya dengan nada tegar.
Saat ini, kata Zainal Akil, anggota PGRI Sumbar ada sekitar 53 ribu orang, sementara guru honor ada sekitar 2500 orang. Ini sangat potensial sebagai alat perjuangan kedepan untuk mensejahterakan nasib guru terutama guru honor. Guru honor yang tengah diperjuangkan PGRI adalah guru honor yang mengajar di sekolah negeri. Sebab, kalau guru honor di swasta honornya jauh lebih besar dari honor di sekolah negeri karena dibiayai oleh pihak yayasan, Tapi kalau honor di sekolah negeri sangat minim karena keterbatasan jam dengan bayaran sekitar Rp 300 per jam-nya. “Inilah yang membuat PGRI berjuang untuk guru honor yang disekolah negerai,” tukuknya.
Kehadiran Ketua PGRI Sumbar bersama dewan pengurus lainnya dalam rangka menghadiri konferensi PGRI Kota Sawahlunto untuk memilih kepengurusan periode 2016-2021. Dalam konferensi itu Amran,S.Pd terpilih dengan jumlah suara terbanyak 38, mengalahkan voters lainnya Syamsul Bahri 34 suara, Jafrizal 17 suara, dan Aguswardi 10 suara. Usai pemilihan, ketua terpilih membentuk kabinet baru dengan Sekretaris Jafrizal,MM, dan bendahara Armen,S.Pd.
Konferensi dihadiri 175 peserta terdiri dari pengurus lama, pengurus kecamatan dan ranting, serta para anggota. Turut hadir dalam kesempatan itu Wawako Sawahlunto Ismed,SH. Kadisdikpora Drs.Marwan,Mpd. Serta undangan lainnya. Pengurus baru PGRI Sawahlunto dilantik dihari yang sama pleh Ketua PGRI Sumbar Drs.Zainal Akil. (Iyos)

Pages